Pengertain Flutter

Pengertain Flutter , Untuk Developer Android Yang “Kentang”?

by Haris Viclates
0 comment

1. Pengertian Flutter

Pengertian Flutter – Pada Kesempatan kali ini kita akan membahas soal aplikasi Flutter, Aplikasi Flutter sendiri merupakan sebuah SDK untuk pengembangan aplikasi seperti mobile yang dikembangkan oleh Google untuk membangun aplikasi yang mempunyai kinerja yang sangat tinggi serta dapat sebarkan ke platform Android dan iOS menggunakan codebase tunggal.

Aplikasi ini dapat dengan mudah dipelajari sebab menggunakan bahasa pemrograman Dart yang pastinya terasa sangat familiar jika sudah terbiasa menggunakan bahasa pemrograman Java atau Javascript. Kemudian juga aplikasi seperti Flutter menyertakan kerangka reactive-functional, mesin render 2D, widget siap pakai, dan tools untuk pengembangan aplikasi. Baca Juga : Cara Dapatkan Uang Dari Sosiago

2. Keunikan Flutter

Terdapat begitu banyak kerangka yang dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi  lintas platform, sama halnya seperti React Native, Nativescript, dan Fuse. Akan tetapi yang membedakannya adalah, Aplikasi ini sendiri tidak menggunakan Webview maupun widget bawaan.

Flutter sendiri punya mesin render untuk menampilkan widgetnya, hal ini menguntungkan developer yang ingin memiliki tampilan UI yang sangat unik dan konsisten pada semua perangkat sebab tidak bergantung pada widget bawaan OEM.

3. Teknologi dan Kinerja Flutter

Dan untuk kinerja dari Flutter yang tinggi ini tentunya didukung juga dengan berbagai macam teknologi terbaik. Aplikasi Flutter dibuat dengan bahasa pemrograman C, C++, Dart, Skia untuk mesin render 2D, Mojo IPC, dan Blink untuk sistem render.

Dengan cara kerja Flutter pada platform Android yaitu, menggunakan kode C/C++ yang digabungkan  menggunakan Android NDK, karena sebagian besar kerangka dan kode aplikasi dijalankan dalam bentuk kode native yang dikompilasi oleh Dart compiler. Lalu kemudian pada platform iOS, kode dikompilasi dengan LLVM dan aplikasi dijalankan dengan kumpulan instruksi native tanpa interpreter.

Aplikasi Flutter dapat berjalan pada sistem operasi Android 4.1 kitkat atau lebih tinggi dan juga sistem operasi iOS 8 atau lebih tinggi, dan dapat dijalankan pada perangkat asli maupun meggunakan Android emulator, serta iOS simulator.

Dengan adanya semua developer pastinya menginginkan kinerja aplikasi yang paling optimal. Aplikasi Flutter menjanjikan kinerja yang sangat sempurna, aplikasi yang dibangun dengan Flutter dapat berjalan secara konstan pada tingkat sekitar 60 frame per detik hingga 120fps, wow, sangat mengagumkan,

Terdapat sebuah alasan utama mengapa aplikasi sepeti Flutter tidak menggunakan widget bawaan, hal ini disebabkan karena, Flutter tidak ingin kinerjanya dibatasi dan bergantung pada kinerja widget bawaan menjadikan aplikasi kualitas tinggi dapat dihasilkan.

4. Akses API dan Interoperabilitas

Aplikasi Flutter sudah dipaketkan dengan kode pengaksesan platform service dan juga API, seperti sensor, penyimpanan lokal dan lain sebagainya. Akan tetapi, untuk menghindari kendala, pengaksesan API untuk platform yang spesifik, dapat digunakan dengan beberapa plugin untuk integrasi.

Apabila ingin melakukan interoperabilitas dengan menggunakan kode yang sudah tersedia seperti Java, Objective-C, atau Swift, dapat juga diaktifkan dengan melintaskan pesan secara fleksibel dengan PlatformMessageChannel.

Apabila kalian mengikuti media sosial Instagram, Facebook, atau Twitter Dicoding, kalian tentu sudah dapat info bahwa di Google I/O 2019, aplikasi Flutter jadi primadona. Yang saat ini framework Flutter (dengan bahasa pemrograman Dart) dapat digunakan untuk berbagai macam jenis platform.

5. Flutter itu Indah

Aplikasi Flutter sendiri dulu diciptakan dari janji ide ngawang bahwa seharusnya ada cara lebih baik lagi untuk membuat user interface (UI) aplikasi yang simple. Jika dari Google I/O 2019, Google ins sendiri telah menyatakan sukses untuk memenuhi janji itu.

Adanya ketiga aplikasi ini menggunakan Flutter, akan tetapi dapat sangat berbeda tampilan dan terlihat cantik UI-nya. Hal ini menunjukkan betapa dalam kustomisasi yang dapat didapatkan jika menggunakan Flutter. Kemudian itu aplikasi-aplikasi ini dapat jalan dengan 60 frame-per-second  dan responsif kepada input pengguna aplikasi.

6. Flutter itu Adaptif untuk Mobile

Hal ini yang sering dibicarakan mengenai sistem Flutter, dapat digunakan untuk Android maupun iOS. Akan tetapi seberapa adaptif kah.

Akan tetapi jika kalian melihat lebih detail, terdapat beberapa perbedaan seperti pada tombol navigasi. Ada perbedaan lain adalah bagaimana cara scroll bekerja.

Aplikasi flutter sendiri akan secara otomatis akan merubah app kalian agar cocok dengan operating system yang akan digunakan. Penggunaan aplikasi jadi terlihat seakan-akan dibuat khusus untuk operating system tersebut. Menjadikan kalian semua sebagai developer dapat fokus untuk mengerjakan hal-hal penting.

Leave a Comment